Selasa, 29 Mei 2012

Changing

Hati seseorang itu bisa berubah. Jangan kira karena selama ini kita sudah mengenal seseorang lama, maka kita telah mengerti mereka dengan baik. Ada sebagian orang yang meski sudah kita kenal baik, bisa saja tiba-tiba berubah karena suatu hal. Dulu aku pernah merasa mengenal seseorang dengan baik. Tapi nyatanya, sekarang dia tidak seperti yang ku kenal dulu. Itu salah satu contohnya. Mungkin kita hanya tidak tahu apa yang menyebabkan seseorang berubah.

Bisa jadi kita tidak mau menerima perubahannya. Kadang perubahan terasa berat karena tidak terbiasa. banyak yang bilang begitu. Tapi apa iya, hanya karena hati seseorang berubah lalu kita menjauhinya? Menganggapnya bukan dia yang dulu? Tidak mau menerima perubahannya? Atau bahkan, meninggalkannya?

Jangan. Jangan meninggalkan orang yang dalam keadaan seperti itu sendirian. Mungkin dia membutuhkan bantuan kita. Mungkin dia sedang mengirim sinyal SOS pada kita. Apa dia sedang mengalami masalah? Pernahkah kita berpikir seperti itu walau mungkin cuma sekali? Bukannya sok bijak, tapi kalau segala hal kita pikir apa penyebabnya mungkin kita bisa tahu apa yang sedang terjadi.

Balik ke topik. Kita bisa melihat hati seseorang yang berubah dari sikapnya (basicnya, kalau dia orang yang jujur dan tidak manipulatif, maka yang pertama berubah kemungkinan besar sikapnya).
Lalu, kalau seseorang mencoba untuk pura-pura berubah sikap, maka yang harus kita lihat adalah sorot matanya. Orang yang pura-pura tidak peduli, meski sikapnya berubah, sorot matanya tidak. Meski ekspresinya berubah, tapi lihat sorot matanya. Pedih? Marah? Kesal? Atau pura-pura senang padahal tidak suka.

Cukup soal melihat beda orang yang benar-benar berubah atau pura-pura berubah. Banyak perbedaan yang bisa dijadikan pertimbangan dalam melihat perubahan seseorang.

Masalahnya, apa yang akan kita lakukan saat mereka dalam kondisi seperti itu. Bagaimana kita menolong mereka? Bagaimana cara memahami mereka tanpa membuat mereka kesal?

Cara pertama:
1. Komunikasi.
       ini hal yang paling dasar, tapi efektif. Tak kenal maka tak sayang. Dan cara paling awal untuk mengenal seseorang adalah dengan menggunakan komunikasi.
2. Lihat ekspresi, gerak tubuh, sikap, ataupun reaksi mereka terhadap berbagai hal
       *untuk yang satu ini hati-hati, karena yang ini agak beda tipis sama menstalking orang terhadap apapun yang mereka lakukan, jadi jangan terlalu intens untuk yang ini, ya.
3. Cara terakhir, tapi tidak terlalu dianjurkan untuk kalian. Menanyakannya pada orang yang dianggap dekat dengannya. Dikatakan tidak terlalu dianjurkan, karena kemungkinannya mereka tidak akan secepat itu mereveal apa yang disembunyikan oleh sahabatnya. Kita tidak perlu memanipulasi sahabatnya untuk meminta informasi. Cukup jujur saja dan ceritakan apa yang ingin kita ketahui dan alasannya. Tapi lihat-lihat dulu karakter sahabatnya, nih. Bakalan ngasih tau apa enggaknya.


Yah, yang terpenting memang kitanya sendiri harus bisa mengerti, perubahan itu bisa membawa pengaruh baik, bisa buruk, dan mungkin, orang yang berubah itu sedang butuh bantuan kita, jadi jangan ditinggalkan, coba dulu dibantu, kalau nggak bisa, mungkin kita bukan orang yang tepat untuk dijadikan sandaran saat ia bingung menentukan arah.